Jasa Tjong A Fie bagi kota Medan
Tjong A Fie merupakan salah satu tokoh kunci dalam perkembangan Kota Medan pada masa kolonial Hindia Belanda, yang dikenal melalui kontribusinya dalam pembangunan sosial dan keagamaan. Ia berperan dalam mendukung pembangunan berbagai fasilitas publik, termasuk tempat ibadah seperti kelenteng—di antaranya Kwan Ti Kong dan Kwan Im—serta Masjid Gang Bengkok, yang mencerminkan keberagaman dan harmoni antarumat beragama di kota ini. Selain itu, ia juga berkontribusi dalam pengembangan sarana sosial seperti rumah sakit dan sekolah yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Di luar kontribusi pembangunan, ia dikenal sebagai pengusaha terkemuka dan pemimpin komunitas Tionghoa dengan jabatan Kapitan Cina, yang menempatkannya sebagai penghubung antara pemerintah kolonial, Kesultanan Deli, dan masyarakat multietnis di Medan. Peran ini turut mendukung stabilitas sosial serta perkembangan kota sebagai pusat ekonomi dan budaya.
Warisan yang ditinggalkan tidak hanya tercermin dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial yang tetap menjadi bagian dari identitas Kota Medan hingga kini.
