Vas Porselen Antik
Vas porselen biru-putih ini menampilkan desain tradisional bergaya porselen Tionghoa. Motif pada vas menggambarkan dua perempuan bergaya Tionghoa mengenakan jubah biru panjang yang sedang berbincang sambil berjalan di bawah naungan pepohonan, dengan aliran sungai dan pegunungan tinggi sebagai latar belakang.
Saat ini, meskipun bahan modern seperti kaca dan logam semakin banyak digunakan karena kepraktisan dan nilai estetikanya, vas porselen masih digunakan secara luas dan dianggap sebagai salah satu pilihan premium untuk dekorasi.
Dekorasi porselen biru-putih mulai banyak digunakan di Tiongkok pada abad ke-14. Perpaduan warna biru dan putih menjadi pilihan populer pada vas porselen pada masa itu karena secara tradisional melambangkan status sosial yang tinggi, kemurnian spiritual, dan kemakmuran yang berkelanjutan. Karakteristik tersebut kemudian menjadikan porselen biru-putih sangat diminati oleh para kolektor pada abad ke-20 dari berbagai belahan dunia.
Makna Warna:
Putih sebagai warna dasar melambangkan kemurnian, kebajikan, keterbukaan, dan karakter moral yang bersih.
Biru kobalt dikaitkan dengan langit, ketakterbatasan, dan unsur mistisisme.
Dalam latar belakang vas, pegunungan yang tinggi melambangkan kekuatan dan kestabilan sekaligus menjadi simbol hubungan dengan alam. Aliran sungai merepresentasikan kehidupan, kemakmuran, dan keharmonisan. Sementara itu, figur perempuan dengan jubah biru yang anggun melambangkan keanggunan dan martabat. Secara keseluruhan, unsur-unsur tersebut membentuk lanskap ideal yang mencerminkan nilai-nilai tradisional Tionghoa tentang keseimbangan, keindahan, dan keberuntungan.
Halaman ini dikembangkan melalui kolaborasi antara BINUS University dan Bedok View Secondary School, dengan dukungan dari Konsulat Jenderal Singapura di Medan melalui bimbingan Jocelynn, dan dengan bangga dibangun oleh tim siswa yang terdiri dari Fu Ziqing, Rao Jingping, Madathil John Kurian, dan Eilan Na’il Marican Bin Mohammed Shukor。
